Nakula Sadewa

Ini bukan cerita perwayangan, apalagi cerita tentang si artis cilik kribo yang kembar itu, tapi ini cerita tentang UAV, Unmanned Aerial Vehicle, sebuah pesawat tanpa awak yang dikendalikan jarak jauh. Kenapa judulnya nakula sadewa?? hhmm.. Itu ada sejarahnya..

Berawal dari ajakan teman di KMPN, organisasi mahasiswa di jurusan gw, Teknik Penerbangan, untuk ikut lomba UAV yang diadakan oleh National Cheng Kung, University, Taiwan. Misi kompetisinya adalah bawa beban (payload) seberat mungkin tapi juga mesti efisien konsumsi bahan bakarnya. Awalnya gw kira itu lomba regional, sampe ITB ikutan, tapi lately gw tau kalo lombanya itu tingkat Taiwan aja, dan sepertinya ITB diundang (atau mungkin karena koneksi dosen). Tapi sampe tahun ini ITB masih tetap berpartisipasi. Mungkin karena konsistensi adanya peserta dari luar Taiwan (ada peserta non-Taiwan selain ITB ga ya?? -__-a) untuk perlombaan tahun ini administrasinya sudah ‘manusiawi’. Jaman gw ikutan, 2008, tim gw harus bersusah payah mentranslate huruf-huruf kanji di formulir2 yang mesti diisi bahkan websitenya juga (hmm, dulu google translate belum ada :D ). Tapi sekarang, english is in the house :) . Lebih lanjut tentang perlombaan tahun ini dan tim UAV Taiwan 2011, kalian bisa berkunjung ke blog mereka di sini.

Mari kita sedikit bermain-main dengan mencari perbedaan antara NS-01 dengan -03. :D

 

competed on 2008

will compete this month!

Yahh, perbedaan paling mendasar antara NS-01 Strigate dan -03 adalah.. jeng..jeng.. warnanya!! Hahahaha.. -01 warnanya oren, sedang -03 warnanya kuning, siggggh!! Perbedaan lain yang terlihat adalah di sayapnya. NS-01 Strigate punya sayap tandem yang ukuran dan bentuknya sama. Itulah sejarahnya kenapa UAV ini dinamai Nakula Sadewa, karena keunikan sayapnya yang kembar dan identik. -01 sebagai penanda UAV ini adalah generasi pertama, sedang Strigate adalah nama pesawat refered punyanya kak Beny, senior gw di PN. Konfigurasi pesawat Strigate inilah yang kami scale up dan modifikasi untuk ikutserta dalam kompetisi di Taiwan 2008 lalu.

Nah, sedangkan pesawat -03 yang warnanya kuning, konfigurasi sayap belakangnya diubah, menjadi rata tanpa sudut dihedral . Mungkin untuk penyederhanaan produksi?? atau itung-itungan efek tandemisme?? :D pastinya gw belum pernah tanya mereka..Perbedaan yang keliatan jelas ya itu.. tapi katanya mereka, ekor vertikal juga digedein, sampe 3xnya. Selain iru engine yang ditetapin panitia untuk kompetisi tahun ini juga beda tipe. Powernya lebih gede, dan itungan payload yang mereka bisa bawa sampe 7 kilogram.. waww! Jaman gw dulu keknya cuma mampu 3 kiloan, walaupun dalam perhitungan teoritis bisa bawa beban sampe 5 kiloan..

Yeahhh thats all! best wishes for this year,, semoga tim bisa balik bawa penghargaan-penghargaan yang lebih banyak tahun ini.. Yaiiiiy!!!

Advertisement

3 Comments to “Nakula Sadewa”

  1. bukannya singapur dulu itu juga mau ikutan ya?

  2. iya gitu?? i dunno about that..
    yasudlah yang lalu biarkan berlalu, hahahaha

  3. mari kita jelang hidup yang baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.